Minggu, 08 Maret 2020

Resensi Novel "Kisah untuk Geri"


Resensi Novel "Kisah untuk Geri"
Disusun oleh Putri Sylvia M. (26) / XI IPS 2

Identitas Buku
Judul Buku                  : Kisah untuk Geri
Penulis                        : Erisca Febriani
Penerbit                       : KataDepan
Kota Penerbit              : Depok
Tahun Terbit                : 2019
Jumlah Halaman          : 389

Pendahuluan
Novel teenlit ini dikarang oleh Erisca Febriani, seorang penulis muda yang mulai dikenal melalui karyanya yang berjudul “Dear Nathan”. Novel ini juga dapat dikatakan sebagai spin-off dari novel “Dear Nathan” karena menceritakan tentang beberapa karakter yang ada di dalam novel tersebut. Novel ini bermula dengan ditangkapnya ayah Dinda yang merupakan seorang anggota DPR akibat kasus korupsi. Kejadian ini tidak hanya membuat Dinda kehilangan sang ayah, tetapi juga kekayaan, pujaan dari kaum lelaki di sekolahnya, rasa segan dari kaum perempuan, dan teman. Bahkan ibunya pun harus pergi bekerja di negara lain demi menghidupi Dinda. Tidak ada cara lain bagi Dinda untuk mempertahankan kekuasaannya di sekolah selain dengan memaksa seorang Geri Alfian Putra, si pentolan SMA Garuda untuk menjadi pacarnya.
Tanpa Dinda sadari, Dinda mulai terjebak dengan permainannya sendiri. Dinda jatuh cinta kepada Geri. Di saat yang bersamaan, Geri jatuh cinta kepada adik kelas yang lugu dan manis, Raini. Dinda pun berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan perhatian dari Geri. Sayangnya, usaha Dinda gagal. Geri tetap memilih Raini. Hal ini membuat Dinda terpacu untuk berubah menjadi orang yang lebih baik. Pada akhirnya, dewi fortuna berpihak kepada Dinda dengan perginya Raini dari SMA Garuda dan kembalinya Geri kepada Dinda. 

Keunggulan
            Novel ini menyajikan kisah cinta yang rumit antara dua remaja yang masih berada di bangku SMA. Walaupun cukup rumit, penulis berhasil membuat pembaca tidak kesulitan dalam memahami kisah dua sejoli itu. Karakter Geri dan Dinda juga tergambar jelas dalam novel. Selain itu, novel ini tidak hanya berisi tentang romansa remaja, tetapi juga masalah yang umum terjadi di lingkungan sekolah dan rumah, seperti bullying atau kurangnya waktu bersama orang tua. Novel ini mengandung banyak nilai moral untuk remaja-remaja masa kini.

Kekurangan
            Alur dalam novel ini cukup mudah ditebak. Kaidah literasi dalam novel ini juga kurang baik, dapat dilihat dari pemilihan diksi yang kurang tepat. Pembaca juga sering kali dibuat kesal dengan karakter Dinda yang terlalu agresif. Pemecahan konflik dalam novel ini juga terlalu singkat dan tidak dijabarkan secara rinci oleh penulis. 

Penutup
            Secara keseluruhan, novel ini layak dan cukup menarik untuk dibaca. Sayangnya, novel ini memang hanya akan lebih dinikmati oleh remaja-remaja yang membutuhkan istirahat dari segala kepenatan yang dihadapi akibat sekolah.